GAYA PAKAIAN RASULULLAH SAW


 

Ada yang berpendapat bahawa pakaian adalah merupakan ekspresi jiwa sehingga ada yang memakai pakaian yang cukup unik. Ada juga berpendapat, berpakaian juga adalah seni. Walauapapun jua, kita berpakaian adalah untuk mempamerkan keindahan di dalam diri

Kita ikuti contoh yang paling agung dalam berpakaian iaitu, cara Rasulullah SAW mengenakan pakaian.

Pertama, berpakaian yang memiliki warna putih.
Rasulullah SAW bersabda, “Pakailah pakaian putih, karena itu yang pakaian terbaik, dan kafanilah orang yang meninggal di antara kalin dengan kain tersebut,” (Shahih al-Jami’)

Kedua, berpakaian gamis (baju kurung).
Hal ini sesuai dengan hadis ini, “Baju yang disenangi Rasulullah SAW adalah gamis,” (Shahih al-Jami’).

Ketiga, Mendahulukan yang kanan dalam setiap keadaan.
Ini juga mencakup dalam berpakaian –dalam proses mengenakan pakaian. ‘Aisyah RA berkata, “Rasulullah SAW selalu mendahulukan yang kanan dalam setiap pekerjaannya, seperti dalam bersuci, berjalan, dan memakai sandal,” (HR Muttafaq ‘Alaih)

Keempat, membaca doa setiap memakai baju baru.
Ini dia doanya, “Ya Allah, bagiMu segala puji, Engkau telah memberikan pakaian ini kepadaku. Aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang tercipta baginya, dan aku berlindung kepadaMu dari keburukannya dan keburukan yang tercipta baginya ,” (Shahih al-Jami’).

Dan yang terakhir, doa bagi orang yang mengenakan pakaian baru.
Ummu Khalid RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah menerima hadiah baju dengan gambar-gambar warna hitam, beliau berkata, “Siapa di antara kalin yang ingin mengenakan baju ini?” orang-orang diam, dan Rasul berkata, “ Panggil Ummu Khalid ke sini!” Maka aku dibawa kepada Nabi dan aku dipakaikan pakaian itu kepadaku dengan tangan beliau sendiri. Beliau berkata, “Semoga kamu panjang umur sampai baju ini rusak dan usang.” Nabi mangatakan hal itu dua kali. (HR. Al-Bukhari)

 

Credit Photo : Google